ads header

Jumat, 28 November 2014

Klasifikasi Tanaman Paku Semanggi

0
Klasifikasi Tanaman Paku Semanggi – Paku Semanggi adalah sekelompok paku air (Salviniales) dari marga Marsilea yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi. Morfologi tumbuhan marga ini khas, karena bentuk entalnya yang menyerupai payung yang tersusun dari empat anak daun yang berhadapan. Akibat bentuk daunnya ini, nama "semanggi" dipakai untuk beberapa jenis tumbuhan dikotil yang bersusunan daun serupa, seperti klover. Semua anggotanya heterospor: memiliki dua tipe spora yang berbeda kelamin. Daun tumbuhan ini (biasanya M. crenata) biasa dijadikan bahan makanan yang dikenal sebagai pecel semanggi, khas dari daerah Surabaya. Organ penyimpan spora (disebut sporokarp) M. drummondii juga dimanfaatkan oleh penduduk asli Australia (aborigin) sebagai bahan makanan. Semanggi M. crenata diketahui mengandung fitoestrogen (estrogen tumbuhan) yang berpotensi mencegah osteoporesis.Tumbuhan ini juga berpotensi sebagai tumbuhan bioremediasi, karena mampu menyerap logam berat Cd dan Pb. Kemampuan ini perlu diwaspadai dalam penggunaan daun semanggi sebagai bahan makanan, terutama bila daunnya diambil dari lahan tercemar logam berat. Habitat: Tumbuh pada tempat yang terkena sinar matahari atau agak rindang pada dataran rendah hingga ketinggian 3000 m dpl. Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan. Kandungan kimia: Minyak atsiri; Saponin; Zat samak. Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat pengecilan hati dengan busung (Liver cirrhosis dan ascites), batu empedu, infeksi saluran kencing, batuk dan sesak nafas, sariawan, radang tenggorok, infeksi amandel, infeksi telinga tengah.
Klasifikasi Paku Semanggi
  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Divisi  : Pteridophyta (paku-pakuan)
  • Kelas  : Pteridopsida 
  • Ordo : Salviniales
  • Famili : Marsileaceae
  • Genus : Marsilea        
  • Spesies : Marsilea crenata
Sekitar 35 spesies, diantaranya adalah  M. crenata, M. quadrifolia, M. drummondli, M. macrocarpa, M. exarata.
Adapun beberapa ciri-ciri morfologisnya secara umum adalah sebagai berikut:
Bentuk kecambah. Semanggi merah yang baru tumbuh memiliki bentuk kotiledon seperti spatula yang panjangnya 6-7 mm dan tidak memiliki serabut.
Akar. Semanggi merah memiliki jenis akar tunggang, dengan serabut-serabut akar yang berada di sekitar akar tunggang tersebut.
Batang. Bentuk batangnya agak lemah, tetapi tingginya 8-20 inchi. Cabang batangnya berwarna kemerah-merahan mengkilat dengan dikelilingi serabut yang berwarna keputih-putihan.
Deskripsi menurut buku flora adalah tumbuhan dengan daun berdiri sendiri atau dalam berkas, menjari berbilang 4, tangkai daun panjang dan tegak, panjang 2-30 cm, anak daun menyilang, berhadapan, berbentuk baji bulat telur, gundul atau hampir gundul, dengan panjang 3-22 cm dan lebar 2-18 cm, urat daun rapat berbentuk kipas, pada air yang tidak dalam muncul diatas air. Biasanya di temukan di sawah, selokan dan genangan air dangkal. Tanaman semanggi ini terkadang di konsumsi oleh sebagian orang sebagai lalapan. Bagi mahasiswa pengikut mata kuliah Botani Tumbuhan Rendah sering kali di gunakan sebagai salah satu sampel praktikum untuk topik Tumbuhan Paku. Kebetulan saya punya tanaman semanggi ini dan di pelihara di dalam pot.
Semanggi Berdaun Empat (Marsilea quadrifolia) adalah tumbuhan pakis yang daun-daunnya nampak seperti daun semanggi. Apakah menurut Anda istilah pakis dan semanggi tidak saling berhubungan? Justru sebaliknya– kedua istilah ini menjelaskan karakteristik tanaman-tanaman yang sangat dekoratif namun praktis tidak dikenal dalam dunia berkebun ini.
Semanggi Berdaun Empat mempunyai akar tinggal (rhizoma) yang panjang, mengingatkan kita pada tali sepatu. Daun-daunnya yang mengapung di air, bertumbuh dari rhizoma. Daun-daun ini terdiri dari 4 helai, seperti semanggi berdaun empat. Apabila Anda mengambil rhizoma-nya pada musim gugur, sejumlah benda kecil akan tampak (mirip biji kacang buncis kecil). Itu adalah tubuh spora yang di dalamnya terdapat spora – dari sanalah muncul kesimpulan bahwa tangkai tumbuh-tumbuhan ini berasal dari paku-pakuan. Semanggi Berdaun Empat kaya bahan nutrisi, di semua benua, kecuali Amerika Selatan. Di Amerika, tumbuhan ini dianggap sebagai tumbuhan pengganggu (gulma). Di Slowakia, tumbuhan ini berkembang di 7 tempat berbeda pada tepi sungai Latorica. Dahulu, mereka terlihat di daerah aliran sungai Bodrog, Laborec dan Uh. Di daerah-daerah tropis terdapat beberapa spesies terkait, Semanggi Berdaun Empat (Marsilea quadrifolia), yang bisa dibudidaya, bukan tanaman yang banyak syaratnya, dan sudah lebih dari cukup bila ditanam dalam pot sejauh tetap diisi dengan air dan sedikit tanah di dasarnya. Anda dapat menanam tumbuhan ini tanpa kesulitan dalam pot berukuran 20×20×20 cm, sedangkan ukuran ideal pot adalah 60–80 liter atau lebih. Anda pun dapat memelihara tumbuhan ini di luar rumah sepanjang tahun (karena ia tahan cuaca dingin membeku). Karena bukan merupakan tanaman yang banyak tuntutannya, dan mudah berkembang, siapa pun bisa menanamnya.
Semanggi Berdaun Empat ini akan bertumbuh sangat baik di dalam empang kebun. Cukup masukkan sedikit tanah dari kebun Anda ke dasar empang– lalu tempatkan rhizoma ke dalam tanah tersebut. Setelah itu, Anda nyaris tidak perlu memberi perhatian, karena Semanggi Berdaun Empat sanggup mengurus diri sendiri. Semanggi Berdaun Empat akan beradaptasi cepat dengan kedalaman air sedangkan kualitas air tidak dihiraukannya. Anda dapat menanamnya dengan beberapa kedalaman (5–100 cm) – batang-batang tanaman ini akan dengan sendirinya menyesuaikan diri terhadap kedalaman air hingga daun-daunnya mengambang di dalam air. Anda dapat membantu tanaman ini menyebar dengan memisah-misahkan akar-akar rhizoma-nya. Sebuah rhizoma kecil (sekitar 10 cm) sudah lebih dari cukup untuk menciptakan hamparan karpet Semanggi Berdaun Empat pada permukaan air.

Semanggi air merupakan tanaman kelompok paku air, hidup secara liar di lingkungan perairan seperti kolam, sawah, danau, dan rawa-rawa. Daun semanggi air berbentuk bulat dan terdiri dari empat helai anak daun. Tanaman yang biasa dikonsumsi ini diambil dari lingkungan persawahan di daerah Surabaya. Semanggi air biasa dikonsumsi dengan cara dikukus. Bagian dari tanaman ini yang digunakan adalah daun dan tangkai. Saat ini di Indonesia masih sedikit penelitian mengenai tumbuhan air khususnya semanggi air, baik kandungan gizi seperti vitamin maupun karakteristiknya misal histologi. Informasi ini diperlukan agar masyarakat dapat memanfaatkan tumbuhan air tersebut secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui anatomi daun semanggi, mengetahui komposisi gizi daun semanggi, mengetahui kandungan vitamin sebagai salah satu elemen yang dibutuhkan tubuh pada daun semanggi serta melihat pengaruh pengukusan terhadap komposisi gizi dan kandungan vitamin daun semanggi. Deskripsi histologis pada semanggi air terdiri dari bagian daun, tangkai, batang, dan akar. Daun tersusun atas jaringan epidermis, palisade, bunga karang, parenkim, dan jaringan pengangkut. Jaringan epidermis pada daun bentuknya cenderung tidak beraturan dan terdiri dari satu lapis sel yang terletak di bagian terluar. Jaringan epidermis terdapat di kedua sisi. Stomata ditemukan pada epidermis atas. Jaringan pengangkut tersusun atas floem yang terletak di luar xilem dan mengelilingi kedua sisinya. Bagian tangkai terdiri dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan jaringan pengangkut. Jaringan epidermis tersusun lebih rapih dibandingkan pada daun. Ruang interseluler banyak terdapat pada tangkai. Rongga-rongga ini membut tangkai dapat mengapung di permukaan. Jaringan pengangkut tersusun atas floem yang mengelilingi xilem di tengah. Batang terdiri dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan jaringan pengangkut. Jaringan parenkim yang menyusun korteks pada batang banyak terdapat pati. Akar terdiri dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan jaringan pengangkut. Bentuk jaringan epidermis pada akar cenderung tidak beraturan, yang disebabkan bentuk akar yang serabut. Jaringan pengangkut tersusun atas floem yang mengelilingi xilem, dengan ukuran xilem yang lebih besar. Komposisi kimia dari daun dan tangkai semanggi meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan serat. Kadar air pada saat segar sebesar 89,02% setelah dikukus berubah menjadi 87,92%. Kadar abu pada saat segar 14,2% berubah menjadi 4,38% setelah pengukusan. Kadar protein sebesar 39,63% berubah menjadi 26,74% setelah pengukusan. Kadar lemak pada daun segar sebesar 2,62% berubah menjadi 2,48% setelah pengukusan. Kandungan serat saat segar sebesar 20,77% berubah menjadi 9,27% setelah proses pengukusan. Seperti halnya kadar protein, air, abu, lemak dan serat, proses pengukusan juga mengakibatkan perubahan kandungan vitamin daun dan tangkai semanggi air. Kandungan Vitamin C daun dan tangkai semanggi air segar sebesar 66,58 mg/100g berubah menjadi 55,29 mg/100g setelah proses pengukusan. β karoten 3 daun dan tangkai semanggi air segar sebesar 3,3 μg/g berubah menjadi 2,08 μg/g, sedangkan total karoten semanggi air segar sebesar 73,78 μg/g berubah menjadi 42,10 μg/g setelah proses pengukusan. Adapun untuk vitamin A, B, D, E, K tidak terdeteksi pada semanggi air.[kt]