ads header

Jumat, 08 November 2013

Klasifikasi Tanaman Bambu Air

0
Klasifikasi Tanaman Bambu Air Tumbuhan bambu air (Equisetum hyemale) termasuk anggota genus Equisetum, familia Equisetaceae dari ordo Equisetales yang merupakan satu-satunya anggota kelas Equisetinae atau Equisetopsida dari subfilum Sphenopsida yang masih dapat ditemukan dalam keadaan hidup saat ini. Ordo lainnya seperti Sphenophyllales dan Calamitales telah punah sehingga hanya dapat dilihat dari fosil yang terbentuk. Genus Equisetum memiliki anggota kurang lebih 25 spesies.
Kata Equisetum berasal dari kata equus yang berarti kuda dan saeta yang berarti rambut tebal dalam bahasa Latin. Sehingga tumbuhan yang termasuk genus ini disebut juga paku ekor kuda. Spesies dari genus ini umumnya tumbuh di lingkungan yang basah seperti kolam dangkal, daerah pinggiran sungai, atau daerah rawa. Tumbuhan ini rata-rata berukuran kecil dengan tinggi sekitar 25 – 100 cm dan diameter batang tidak pernah lebih dari 3 cm, meskipun beberapa anggotanya yang hidup di Amerika yang beriklim tropis ada yang bisa tumbuh mencapai 6 hingga 8 m (contohnya adalah Equisetum giganteum dan Equisetum myriochaetum). Anggota dari genus ini dapat dijumpai di seluruh dunia kecuali Antartika.
Karena kandungan silikatnya yang cukup tinggi pada bagian batangnya, tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyikat. Akhir-akhir ini, Equisetum hyemale sangat populer digunakan sebagai tanaman hias dan beberapa spesies dari Equisetum juga dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan.
Klasifikasi Bambu Air
  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Pteridophyta
  • Kelas: Equisetopsida
  • Ordo: Equisetales
  • Famili: Eqisetaceae
  • Genus: Equisetum
Bagian dari tumbuhan ini yang paling menonjol dan mendominasi tubuhnya adalah bagian batang. Pada beberapa spesies batang-batangnya tumbuh bertahun-tahun, sedangkan pada spesies lainnya hanya terbatas pada satu musim dan dimulai pada saat awal musim semi. Batang tumbuhan ini berwarna hijau, beruas-ruas, berbuku, berlubang pada bagian tengahnya dan bergabung secara jelas serta dengan mudah dapat dipatahkan pada ruasnya. Untuk selanjutnya, buku pada batang Equisetum ini disebut dengan nodus, sedangkan ruas disebut dengan internodus.

Pada beberapa spesies dari Equisetum, sporofit yang telah dewasa membentuk batang berongga yang memiliki dua tipe yang berbeda. Salah satunya pendek, tidak bercabang, tanpa klorofil, dan memproduksi spora di bulan April atau awal Mei. Batang ini disebut sebagai batang generatif (fertil). Lainnya merupakan batang steril (disebut pula batang vegetatif), berwarna hijau, dan terus tumbuh sepanjang musim. Batang ini juga berperan sebagai organ fotosintesis menggantikan daun, karena daun pada semua anggota tumbuhan ini tereduksi sehingga hanya berupa bentukan menyerupai sisik yang menutupi nodus dan tidak mengandung klorofil. Namun pada spesies yang lain (contohnya pada Equisetum hyemale), hanya terdapat satu tipe batang yaitu batang hijau berongga yang menghasilkan bentukan seperti kerucut pada bagian ujungnya (apeks), sehingga batang ini berperan ganda baik sebagai batang generatif maupun vegetatif. Cabang dari Equisetum muncul dari tunas adventif yang terbentuk dari nodul batang. Daun-daun membentuk lingkaran pada bagian nodul dan biasanya berupa struktur kecil yang bergabung untuk membentuk pelepah bergerigi yang mengelilingi batang. Akarnya kecil dan liat, menunjukkan adanya ikatan pembuluh tunggal, dengan jaringan yang tersusun secara radial. Akar diperkirakan muncul dari bagian basal dari primordia cabang batang, tidak langsung dari jaringan yang terdapat pada batang utama. Pertumbuhan sporofit dilakukan oleh bagian pertengahan ujung dari sel apikal yang berbentuk seperti piramid .[kt]