ads header

Minggu, 17 Januari 2016

Klasifikasi Durian

0
Klasifikasi Durian - Durian merupakan nama tumbuhan tropik yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Varian namanya yang juga populer adalah duren. Orang Sunda menyebutnya kadu. Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama ini bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga (genus) Durio. Namun umumnya, yang dimaksud dengan durian biasa (tanpa imbuhan apa-apa) adalah yang memiliki nama ilmiah Durio zibethinus. Sedangkan jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasaran setempat di Asia Tenggara di antaranya D. kutejensis (lai), D. oxleyanus (kerantungan), D. graveolens (durian kura-kura atau kekura), serta D. dulcis (lahung). Selanjutnya uraian durian di bawah ini mengacu kepada Durio zibethinus.
Klasifikasi Lengkap Durian
  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
  • Sub Kelas : Dilleniidae
  • Ordo : Malvales
  • Famili : Bombacaceae
  • Genus : Durio
  • Spesies : Durio zibethinus Murr

 Durian atau sering juga disebut duren merupakan tumbuhan perenial yang mempunyai tinggi batang sekitar 27-40 meter. Menghasilkan buah yang disebut "Durian". Daun berbentuk jorong hingga lanset dengan ukuran panjang 6,5 cm sampai 25 cm dan lebar 3 cm sampai 5 cm, ujung daun meruncing, pangkal daun membulat, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau tua, permukaan bawah berwarna coklat kekuningan. Bunga muncul di batang atau cabang yang sudah membesar, bertangkai, kelopak berbentuk lonceng, berwarna putih hingga coklat keemasan. Buah berbentuk bulat/lonjong dengan kulit dipenuhi duri. Biji berbentuk lonjong berwarna coklat. Akarnya merupakan akar tunggang. Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi 27 - 40 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, kulit pecah-pecah, permukaan kasar, percabangan simpodial, bercabang banyak, arah mendatar. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling (alternate), permukaan atas berwarna hijau tua - bawah cokelat kekuningan, bentuk jorong hingga lanset, panjang 6,5 - 25 cm, lebar 3 - 5 cm, ujung runcing, pangkal membulat (rotundatus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas mengkilat (nitidus), permukaan bawah buram (opacus), tidak pernah meluruh, bagian bawah berlapis bulu halus berwarna cokelat kemerahan. Bunga muncul di batang atau cabang yang sudah besar, bertangkai, kelopak berbentuk lonceng (campanulatus) - berwarna putih hingga cokelat keemasan, berbunga sekitar bulan Januari. Buah bulat atau lonjong, panjang 15 - 30 cm, kulit dipenuhi duri-duri tajam, warna coklat keemasan atau kuning, bentuk biji lonjong, 2 - 6 cm - berwarna cokelat, berbuah setelah berumur 5 - 12 tahun. Perbanyaan Generatif (biji).[kt]